Pada akhir tahun 60-an (pascaThe Beatles tampil di Jepang), banyak warga Jepang yang semakin tertarik pada musik pop. Dan kini, kejadian itu dianggap sebuah momen yang menggerakkan banyak orang Jepang untuk memainkan musik barat, sebuah keadaan yang dianggap efektif karena dibantu oleh murahnya gitar elektrik produk dalam negeri saat itu. Hal ini menjadi salah satu faktor yang membuat ini terus berkembang dan melahirkan banyak nama seperti Hadaka no Rallies, Jacks, RC Succession, Joe With Flower Travellin’ Band, Mickey Curtis & Samurai, Blues Creation, Murahachibu, PYG, Happy End, hingga akhir 80-an, muncullah Flipper’s Guitar yang merupakan satu-satunya band tokyo yang muncul dengan materi indiepop Inggris, lewat empat albumnya Flipper’s Guitar dianggap sebuah tanda awal kemunculan Shibuya-kei.
Perkembangan semakin besar ketika dibangun HMV Shibuya pada awal 90-an yang terletak di Shibuya Center Street, HMV banyak menjual rilisan Shibuya, yang berarti banyak membuka jalan untuk gerakan dan perkembangan musik ini. Selanjutnya genre ini semakin membentuk dirinya dengan mulai mempunyai materi musik khas yang terkategori, seperti dominanya aksen pop jazz, dan elektronik di dalamnya, yang dibalut oleh musik pop perancis 60-an (tipikal Yeye) dan British–pop. Lewat kemunculan banyak musisi/band yang sdi antaranya adalah Kahimi Karie dan Kiss Her Kiss Her yang mulai dikenal luas oleh para penikmat musik di Eropa dan Amerika. Bahkan perkembangan lebih lanjut adalah beberapa musisi non-Jepang yang melabeli diri mereka Shibuya-kei, seperti Ritain’s Momus, France’s Dimitri yang berasal dari Paris, Natural Calamity dan Phofo yang berasal dari Amerika Serikat. Mulai banyak fans di Amerika, Inggris, Prancis dan Spanyol
Kata kei sendiri mempunyai arti sistem dan jika digabung dengan Shibuya berarti Sistem Shibuya yang dalam hal ini merujuk kepada gaya /style pada Shibuya Style. Tapi yang membuat Shibuya-Kei menjadi besar dan terkenal adalah identitas lokalnya yang tetap mereka tunjukan, seperti menggunakan lirik Jepang dalam penyampaian pesannya, imej, ilustrasi dan apapun yang sifatnya mendukung musik. Hingga akhirnya menjadi sebuah identitas baru. Banyak orang yang beranggapan jika Shibuya-Kei adalah semacam akulturisasi dari budaya pop Jepang dan barat yang menjadi warna tersendiri yang mewakili jepang dalam industri musik dunia.
Berikut kami sajikan profil singkat 36 musisi/band Shibuya-Kei, baik yang berkiprah di Jepang, maupun di Amerika atau Eropa.
Flipper’s Guitar
Duo yang terdiri dari Keigo Oyamada dan Kenji Ozawa ini dipengaruhi oleh musik-musik British-pop era 80-an, seperti Haircut 100, Exhibit B, The Style Council dan Aztec Camera. Penghargaan mereka terhadap musisi yang dikagumi ditunjukkan dalam lagu yang berjudul Goodbye Our Pastels Badges, Haircut 100, Colour Field, bahkan lagu The Quizmaster from Doctor Head’s World Tower yang sangat mengingatkan orang-orang pada lagu milik Primal Scream, “Loaded”. Di tahun 1993 mereka berpisah dan memilih bersolo karir.
Cornelius
Tak hanya artis, ia juga seorang produser. Cornelius menempati urutan ke-43 dalam daftar 100 Musisi Top Jepang versi HMV. Namanya mulai dikenal saat bergabung dengan Flipper’s Guitar, salah satu grup yang punya pengaruh di scene Shibuya-Kei. Tak lama setelah berpisah dengan rekannya, Oyamada mulai bersolo karir dengan nama “Cornelius”. Jurnalis musik di Amerika sering menyamakan gaya bermusiknya dengan Beck, yang juga menjadi influencenya selain The Beatles, The Beach Boys, The Jesus and Mary Chain, Primal Scream dan band asal Brazil Kassin + 2. Musiknya sering digambarkan sebagai musik experimental dan exploratory. Suami dari Takako Minekawa ini sudah merilis sekitar 10 album.
Kahimi Karie
Penyanyi berusia 41 tahun ini bernyanyi dalam bahasa Inggris, Perancis dan Jepang dengan suara yang seperti berbisik. Di usia remajanya ia dipengaruhi oleh Serge Gainsbourg. Sempat menjalani karir singkat di dunia fotografi namun pindah ke musik yang berawal dari permintaan seorang teman yang membuka label di awal 1990. Awalnya ia tergabung dalam duo bersama Takako Minekawa bernama “Fancy Face Groovy Name”. “Mike Alway’s Diary” adalah debut solonya yang dirilis tahun 1994 yang diproduseri oleh Cornelius. Kahimi juga pernah dijuluki sebagai “Shibuya-kei Princess”.
Hi-Posi
Dibentuk tahun 1988 dengan musik perpaduan new wave, techno-pop, ska, dan lounge. Hi-Posi dikenal karena perpaduan musiknya yang begitu apik. Solo project dari Miho Moribayashi ini selama karirnya telah berkolaborasi dengan Keigo Oyamada (Cornelius), Hiroshi Kawanabe (TOKYO No.1 SOUL SET), Tei Towa (Dee-Lite) dan Tomoyuki Tanaka (Fantastic Plastic Machine). Selain bermusik untuk Hi-Posi, Miho juga bekerja di TV dan radio, membuat musik dan narasi untuk iklan-iklan.
Puffy AmiYumi
Duo Rock asal Jepang yang bernaung di bawah Sony Music Jepang. Tadinya hanya bernama PUFFY, tapi untuk menghindari konflik dengan Sean Combs, musisi hip hop asal Amerika, mereka menambahkan kata AmiYumi. Duo yang dibentuk tahun 1996 ini terdiri dari Ami Onuki (Jane) dan Yumi Yoshimura (Sue). Rilisan pertama mereka “Asia no Junshin” terjual jutaan kopi dan kesuksesan terus berlanjut di album berikutnya. Puncak kesuksesan ketika di tahun 1998-1999 mereka merilis album ketiga berjudul Jet-CD dan melakukan tur. Vokal Ami dan Yumi dianggap mirip dengan grup vokal bersaudara asal Amerika, The Roches. Sementara soundnya dipengaruhi oleh musisi legendaris seperti The Beatles, ABBA, The Who, dan The Carpenters. Influence mereka lainnya adalah Tamio Okuda, The Blue Hearts, Boom Boom Satellites, dan Blankey Jet City dimana nama album mereka Jet-CD terilhami dari trio ini.
Strawberry Machine
Sebenarnya ini adalah project kolaborasi dari seorang penyanyi, Akira Okabe dengan beberapa produser yang berbeda.. Vokal yang berbisik khas Okabe dipadu dengan musik catchy dari synthesizer dan sound effect ala video game. Sejak kemunculannya di tahun 1998, Okabe baru merilis album di tahun 2000 berjudul “Zero Zero Five” dan Crazy Kit di tahun 2004.
Cibo Matto
Dibentuk oleh dua perempuan asal Jepang tahun 1994 dan bermarkas di New York City. Mereka yang terdiri dari Yuka Honda dan Miho Hatori. Lirik lagu mereka dikenal sangat khas karena identik dengan makanan. Sebagian orang menganggapnya sebagai sebuah metafora. Musik mereka adalah kombinasi jazz, Hip-Hop, musik khas Brazil, Afrika, rock Jepang, dan musik disco yang mengesankan musik mereka “murahan”, tidak bertalenta namun dinilai kreatif dan jenius. Tahun 2001 mereka memutuskan untuk bubar setelah merilis dua album. Kini masing-masing personilnya sibuk dengan project solo mereka.
Fantastic Plastic Machine
Bernama asli Tomoyuki Tanaka, seorang artis yang mengusung musik J-pop dan juga seorang DJ. Ia terbilang cukup berperan dalam pergerakan Shibuya-kei, dengan mengangkat bossa nova, lounge music, house music, dan soundtrack film era 60-an. Dua album pertamanya, The Fantastic Plastic Machine (1997) dan Luxury (1998) mendapat sambutan sangat baik tak hanya di Jepang, tapi juga di Amerika dan Eropa. Lagunya yang berjudul “Electric Lady Land” muncul di film The Girl Next Door. Sementara lagu “Different Colors” muncul di iklan salah satu merk fashion dunia, Louis Vuitton.
YMCK
Band chiptune yang terdiri dari Midori (vokal), Yokemura (music, lyrics, arrangement), dan Nakamura (music video). YMCK sendiri lebih sering berkiprah di luar Jepang. Musik mereka telah dirilis di Korea, Thailand bahkan Amerika. Selain itu mereka juga sering tampil di Asia Timur seperti Taiwan dan Eropa seperti Swedia. YMCK dibentuk bulan Mei 2003. Tahun 2004 mereka merilis debut album “Family Music”, dan “Family Racing” sebagai album kedua di tahun berikutnya. Baru-baru ini mereka meremix Days hits no.1 milik penyanyi terkenal asal Jepang, Ayumi Hamasaki.
Towa Tei
Turunan Jepang-Korea ini adalah DJ. Ia pindah ke New York City di akhir 80-an untuk meneruskan pendidikan di bidang seni, namun tak lama kemudian ia keluar. Towa awalnya dikenal dengan karya-karya remix-nya di album Done by the Forces of Nature tahun 1989. Ia juga sempat bergabung dengan club trio di New York bernama Deee-Lite namun kemudian keluar setelah menghasilkan dua album untuk bersolo karir. Future Listening! adalah album perdananya dengan menggabungkan antara bossa nova, jazz, dan musik dance electronic. Dalam album keduanya Sound Museum yang rilis tahun 1998, ia berkolaborasi dengan Kylie Minogue di lagu berjudul “GBI: German Bold Italic” yang menempati peringkat ke-20 di Jepang dan ke-63 di Inggris. Kemudian di tahun 2005, Towa Tei merilis album Flash dan single baru yang lagi-lagi bekerja sama dengan Minogue, berjudul “Sometime Samurai”.
ACO
Setelah mengeluarkan single “Fuannano”, perempuan kelahiran 1977 ini mulai mengeksplore gaya bermusik yang berbeda di album “Absolute Ego” dan “Material” yang kental dengan materi electronic. Di tahun 2003, setelah dua tahun lamanya vakum, Aco kemudian dibantu oleh portable[k]ommunity untuk merilis album berjudul “Irony”. Ketika tak melakukan kegiatan apapun di musik, Aco sering menghabiskan waktunya dengan berjalan-jalan, dan Los Angeles adalah tempat yang paling ia sukai.
Chocolat
Penyanyi kelahiran 15 Februari 1978 ini berasal dari Tokyo. Chocolat merilis debutnya di tahun 1997 melalui Epic Records dengan single pertama, Chocolat a la mode. Kembaran Chocolat bernama Heaco dan juga seorang penyanyi seperti dirinya. Istri dari Akito Kayatose dari GREAT3 band ini kemudian pindah label ke Warner Bros (Jepang) di tahun 2000. Bersama sang suami ia kemudian mengelurkan single “Veranda”. Ini menjadi cikal bakal terbentuknya duo Chocolat & Akito di tahun 2005.
Coba
Musiknya yang unik, dengan menggunakan accordion, membuat Coba berhasil mengubah image instrument ini. Coba mulai memainkan accordion sejak usia 9 tahun dan di usia 18 tahun ia berkunjung ke Italia untuk memperdalam ilmunya dengan belajar di Accordion Department of the Scuola di Musica Luciano Fancelli, di Venice. Namanya mulai dikenal di negara barat ketika tahun 1995 Bjork melihat penampilannya di London dan tertarik dengan musik yang dia bawakan. Dari sana, Bjork mengajaknya untuk ikut tur dan selama tiga tahun Coba bermain di konser Bjork di lebih 60 negara, dan selam tur Coba tidak pernah lepas dari permainan accordion-nya yang innovatif. Tur ini kemudian menjadi awal baginya untuk berkolaborasi dengan musisi-musisi barat lainnya seperti Goldie, 808 State, Underworld, Plaid dan Howie B. Oktober 2006 lalu ia merilis albumnya yang ke-29 berjudul “Boy” melalui JVC Victor Entertainment. Di Italia ia dianugerahi “Voce d’oro”, sebuah penghargaan dunia untuk pemain accordion.
Cymbals
Band rock yang muncul di tahun 1997 ini terdiri dari tiga orang, Toki Asako (vokalis), Okii Reiji (bassist/gitaris) dan drummer Yano Hiroyasu. Mereka memainkan gig terakhir selama 90 menit di Shibuya O-East tanggal 20 Januari 2004, setelah sebelumnya bubar di bulan September 2003. Kini mereka bertiga disibukkan oleh proyek solo.
Denki Groove
Grup techno-pop yang dibentuk tahun 1989 dan sangat dipengaruhi oleh Kraftwerk dan YMO. Karya mereka awalnya lebih cenderung ke musik pop namun kemudian mereka mulai bersentuhan dengan musik dance electronic dan techno ala Jerman. Popularitas mereka menanjak setelah di tahun 2006 salah satu lagu mereka dipilih sebagai backsong ajang penghargaan anime bernama Eureka Seven. Lagu yang berjudul “Rainbow” itu bisa dikatakan sebagai salah satu alasan kenapa anime Jepang bisa sangat disukai di seluruh dunia.
Hazel Nuts Chocolate
Terinpirasi dari buku ilustrasi berjudul “Colorful and Fantastic” akhirnya Hazel Nuts Chocolate dibentuk tahun 2000. Yuppa seorang gadis manis yang ada di balik nama ini, berperan sebagai komposer, penulis lagu, vokalis, programming, hingga mendesign konsep, dan melahirkan berbagai artwork. Album perdananya “Bewitched!” dirilis tahun 2004 dan “Cute” menyusul di tahun 2005. Selama berkarir, ia sudah bekerjasama dengan musisi seperti Capsule dan Plus Tech Squeeze Box.
Kenji Ozawa
Kenji Ozawa, adalah keponakan dari konduktor terkenal dunia Seiji Ozawa. Musisi kelahiran 14 April 1968 ini mulai dikenal saat bergabung dalam Flipper’s Guitar. Hingga kini ia telah merilis 6 album solo, terakhir di tahun 2006 lalu dengan judul Ecology Of Everyday Life .
Phofo
Adalah produser musik asal New York yang kini berdomisili di Los Angeles. Ia memproduseri album milik MC Paul Barman, Paullelujah! yang mendapat sambutan sanga baik, bahkan dari media. Phofo telah memproduseri dan berkolaborasi dengan artis seperi MF Doom (Gorillaz, Madvillain), Mr. Dead (Handsome Boy Modeling School), Jean Grey, I Am the World Trade Center, Mr. Len (Company Flow), Starchild Excalibur (Handsome Boy Modeling School), My Favorite, The Brittle Stars, Mariachi Los Toros dan masih banyak lagi. Ia juga baru-baru ini membuat musik untuk film animasi “Los Campeones de La Lucha Libre” untuk Fwak! Animation.
Pizzicato Five
Pizzicato Five (P5) adalah grup pop yang nantinya dikenal dengan duo Maki Nomiya dan Yasuharu Konishi. Pizzicato Five terbilang sangat produktif selama 16 tahun keberadaannya dengan merilis setidaknya satu album tiap tahun. Dibentuk tahun 1980 oleh Konishi bersama temannya Keitarō Takanami, Ryō Kamomiya, Mamiko Sasaki, dan Shigeo Miyata. Couples kemudian menjadi debut album mereka di tahun 1987 dan dianggap gagal sehingga mereka terpaksa mencari vokalis baru. Kamomiya dan Sasaki kemudian digantikan oleh Takao Tajima. Di awal 1990, Maki Nomiya bergabung sebagai vokalis. Konishi dan Nomiya kemudian menjadi dua orang yang tersisa di band ini dan berdua mereka mulai meraih sukses di Eropa dan Amerika. Tahun 1997 band ini kemudian membentuk label sendiri di Tokyo dan merilis album mereka yang terbilang sukses berjudul “Happy End of the World”. Setelah merilis album “Çà et là du Japon” duo ini mengumumkan bahwa mereka ingin beristirahat.
Plus-Tech Squeeze Box
Adalah band electronic yang merilis debutnya tahun 2000. Musik hingar bingar di debut album berjudul FAKEVOX menjadi sebuah contoh dari subgenre yang dikenal dengan picopop. Musik mereka dihiasi oleh synthesizer dan sample-sample yang memanipulasi dari musik jazz tahun 1950-an. Musik mereka sudah menghiasi iklan beberapa produk seperti Coca Cola dan Powerade, begitu juga dengan soundtrack film kartun, The SpongeBob SquarePants Movie. Lagu mereka yang berjudul Test Room juga digunakan dalam game popular Dance Dance Revolution Universe.
Scha Dara Parr
Grup hip hop yang terdiri dari 3 orang, dua MC dan satu DJ. Lirik lagu mereka adalah penggalan dialog sederhana dengan kata-kata yang menurut mereka “tidak sopan”. Grup ini dikenal karena hit singlenya di tahun 1994 yang berjudul, Konya wa Boogie-back yang berkolaborasi dengan Kenji Ozawa. Single yang terjual sekitar 500,000 kopi ini sebenarnya berdasarkan sample dari single En Vogue berjudul Give It up, Turn It Loose (2002).
Sonic Coaster Pop
Duo electro-pop ini sering disebut “Socopo”. Dibentuk tahun 1999 oleh Chinatsu Furukawa dan Akira Suzuki (pemilik Usagi-Chang Records). Mereka telah merilis beberapa album, termasuk album remix dan kompilasi. Awalnya bergabung di LD&K Records tahun 2000 namun kemudian keluar ketika Akira mendirikan label sendiri, Usagi-Chang Records, sejak itu mereka terbilang cukup produktif merilis album electro-pop di Jepang.
Kelahiran 3 Juni 1969 ini adalah musisi, komposer dan penulis asal Jepang. Dia menulis lirik dan membuat materi yang unik, biasanya mengenai sesuatu yang dia suka seperti awan, kucing, dan warna putih. Ia menyukai musik pop ala Perancis seperti yang dibawakan Françoise Hardy dan Pierre Bachelet dan juga dikenal sangat menyukai Kraftwerk khususnya karya mereka yang berjudul Krautrock, sampai-sampai membuat sebuah lagu tentangnya yang berjudul Kraftpark! Bersama sang suami, Keigo Oyamada (Cornelius) ia sering mengerjakan project bersama. Cornelius meremix beberapa lagunya termasuk “Milk Rock” dan juga memproduseri album istrinya ini yang berjudul Fun9.
Tatsuya Oe (Captain Funk)
Ia adalah produser musik electronic dan juga DJ. Kemunculannya di hadapan publik pertama kali adalah di sebuah club di Tokyo dengan mengusung nama Captain Funk. Nama yang diambilnya karena menggemari karakter seperti Captain America, Captain Ultra dan Captain Tsubasa. Lalu kata “funk” ia ambil karena Oe mengaku bahwa musiknya adalah techno dan dance tapi tetap berakar dari funk. Salah satu albumnya yang terkenal adalah “Songs of the Siren” (2000). Ia juga memiliki perusahaan bernama Model Electronic Inc., dan dua album Captain Funk HEAVY METAL dan HEAVY MELLOW dirilis lewat perusahaan ini. Ada sekitar 200 musisi yang pernah bekerjasama dengannya, seperti James Brown, Chic, Serge Gainsbourg, The Supremes, Fantastic Plastic Machine, Puffy, Anna Tsuchiya, Ken Ishii, Denki Groove, dan Tommy February 6.
Yoshinori Sunahara
Seorang DJ dan programmer yang lahir di Sapporo, Jepang, pada 13 September 1969. Style bermusiknya merupakan perpaduan dari funk, bossa nova, Shibuya-kei, dan musik 70-an. Ia dikenal sangat tergila-gila dengan pesawat, bahkan beberapa albumnya berhubungan dengan penerbangan. Dia membuat album solo di tahun 1995 berjudul “Crossover”. Hingga kini ia telah merilis 5 album ditambah satu album kompilasi, “Works ’95-‘05” yang rilis tahun 2007 lalu.
Yukari Fresh
Nama aslinya Yukari Takasaki. Tadinya Takasaki adalah salah satu personil band bernama Snapshot. Tak hanya nge-band ia juga sempat membentuk duo dengan sang suami, Yugo Katayama hingga akhirnya kembali tampil sebagai soloist. Debutnya berjudul Yukari’s Perfect! yang dirilis tahun 1997 melalui Escalator Records. Di awal kemunculannya, Yukari sudah cukup diperhitungkan, debutnya menarik perhatian banyak musisi seperti Cornelius, Kahimi Karie dan yang lainnya.. Tahun 1998 ia juga diminta untuk berkontribusi di kompilasi berjudul “Sushi 4004” dimana juga ada musisi lain seperti Kahimi Karie, Takako Minekawa, Fantastic Plastic Machine, dan Yoshinori Sunahara. “Sushi 4004” berperan dalam memperkenalkan scene Shibuya-kei kepada negara barat. Tahun 2004, Yukari muncul dengan nama Yukari Rotten dan memperkenalkan musiknya sebagai punky electropop.
Capsule
Musik band electro dari Jepang yang terdiri dari Toshiko Koshijima dan Yasutaka Nakata ini sering disebut dengan “neo-Shibuya-kei” karena adanya kesamaan gaya baik -secara estetis maupun musikal- dengan pergerakan Shibuya Kei di era ’90-an. Musik mereka mengandung element bossa nova, lounge, breakbeat, dan electronica. Nama Capsule mulai dikenal sejak musik mereka muncul di program televisi Jepang. Selain itu juga karena album More! More! More! yang menempati posisi keenam di minggu pertama dalam chart album mingguan Oricon dan posisi 3 di chart harian.
The Zoobombs
Dibentuk tahun 1994 oleh Don Matsuo (vokal dan gitar) yang dipengaruhi oleh musisi seperti Rolling Stones, Jimi Hendrix dan Miles Davis. Band ini juga terdiri dari Moostop (bass), keyboardist Matta, Piro (perkusi) dan drummer Pocky. Mereka sempat menjadi opening act The Flaming Lips di Amerika Utara, dan juga Jon Spencer Blues Explosion. Karya mereka banyak beredar di Amerika Serikat dan Canada. Tahun 2000, mereka merekam live album berjudul Bomb You Live di Toronto, Ontario.
Buffalo Daughter
Grup rock yang dibentuk tahun 1993 oleh suGar Yoshinaga, Yumiko Ohno dan Moog Yamamoto. Mereka dikenal identik dengan instrument electronic seperti TB-303, TR-606, Minimoog, shortwave radio, dan lain-lain. Berawal dengan masuknya mereka ke sebuah indie label bernama Cardinal lalu beralih ke Grand Royal, dimana kemudian mereka merilis empat album secara total. Di tahun 2002 mereka mulai merilis album di Amerika Serikat, tepatnya lewat label di Los Angeles bernama, Emperor Norton Records. Mereka menyebut band mereka Buffalo Daughter karena sound mereka yang sangat kuat, seperti halnya banteng. Namun di lain kesempatan mereka juga menjelaskan bahwa kata “Buffalo” juga menunjukkan sebuah image yang bagus dari kultur daerah pinggir kota Amerika, tempat dimana grup ini dibentuk.
Miho Hatori
Musisi dan penulis lagu yang awalnya dikenal sebagai vokalis Cibo Matto. Dari Jepang ia pindah ke Amerika untuk melanjutkan studinya sambil sesekali melakukan aktivitas sebagai DJ. Band New York pertama yang ia masuki adalah Leitoh Lychee, dimana tak hanya bernyanyi ia juga bermain biola. Beberapa musisi yang telah bekerjasama dengannya adalah Handsome Boy Modeling School, Stephin Merritt’s The 6ths, The Baldwin Brothers, The Beastie Boys, Blackalicious, Peter Daily, Greg Kurstin dan The Incredible Moses Leroy. Setelah itu ia baru merilis solo albumnya di tahun 2005 yang berjudul Ecdysis dan setahun kemudian baru dirilis di Amerika dan Eropa. Dia juga berkontribusi dalam debut Gorillaz yang berjudul Gorillaz. Kini ia tengah mempersiapkan album kedua.
Hirohisa Horie
Ia dikenal karena kerjasamanya dengan musisi lain seperti Kahimi Karie dan Cornelius serta Neil & Iraiza. Sementara artis lainnya seperti Pizzicato Five, Hideki Kaji, Snapshot, American Rock, Chocolat, Cubismo Grafico, Quruli, Singer Songer, Love Psychedelico, Billy No Mates, and Curly Giraffe.
Yasuharu Konishi
Ia adalah seorang musisi, komposer dan DJ. Dikenal sebagai frontman dari Pizzicato Five. Ia memiliki perusahaan bernama readymade entertainment dan label bernama 524 records. Selama karirnya sebagai produser, komposer, arranger dan remixer ia telah bekerjasama dengan sejumlah artis seperti Unicorn, Towa Tei, Mari Natsuki, Cornelius, Yumi Yoshimura of Puffy AmiYumi, Akiko Wada, dan SMAP. Beberapa film kartun menggunakan karyanya seperti, Lupin III dan Astro Boy. Ia juga membuat video game bernama “Beatmania – The Sound of Tokyo” untuk seri Bemani dari Konami.
Momus
Nama aslinya adalah Nick Currie. Laki-laki asal Skotlandia ini adalah seorang penulis lagu dan jurnalis. Selama lebih dari 20 tahun dia telah merilis album yang mendapat banyak pujian, melalui label di Inggris, Amerika, dan Jepang. Ia dikenal sangat tertarik dengan berbagai hal salah satunya hal-hal yang berbau ketimuran khususnya Jepang. Penyuka travelling ini pernah tinggal di London, Paris, Tokyo, New York, dan kini ia menetap di Berlin. Penampilannya memang agak khas karena penutup mata yang ia gunakan di sebelah kanan. Hal ini karena mata kanannya tidak lagi berfungsi akibat acanthamoeba keratitis yang berasal dari kontak lens (setelah ia cuci dengan air kran saat berada di Yunani).
Maki Nomiya
Musisi berusia 49 tahun ini merilis debut solonya di tahun 1981. Ia sempat juga menjadi vokalis dari sebuah band new wave, Portable Rock, dan di tahun 1991 ia kemudian menjadi lead vokal di Pizzicato Five. Setelah band ini bubar, ia kemudian kembali bersolo karir di tahun 2001. Lagunya sempat muncul di soundtrack game We ♥ Katamari. Album berjudul “Party People” (2005) adalah album terakhir yang ia rilis hingga kini.
Toshiyuki Yasuda
Komposer dan artis electronic kelahiran 1973 ini adalah frontman dari Fantastic Plastic Machine. Lulusan teknik mesin dari Ritsumeikan University ini sempat bekerja untuk Pizzicato Five, Towa Tei, dan Combustible Edison hingga Fantastic Plastic Machine. Dia juga memiliki label sendiri bernama Megadolly dimana karya milik Towa Tei, Si Begg, Morgan Fisher, Kazuhisa Uchihashi, Pecombo, Meu Coracao, Akira Yamasaki dan masih banyak lagi dirilis. Ia juga telah merilis beberapa album seperti Robo*Brazileira (2000), Electro Bits Indeed (2004), featuring Towa Tei, dan With Robo*Brazileira (2005).
Natural Calamity
Trio yang berasal dari London ini terdiri dari Shunji Mori, Kuni Sugimata dan penyanyi asal Inggris, Stephanie Heasley. Musik mereka mengingatkan kita pada beberapa artis seperti Portishead, St. Etienne, Stereolab, Pizzicato Five, Young Marble Giants, Can, hingga Brian Eno. Hanya saja musik mereka tetap menunjukkan karakter khas dari Natural Calamity. Berawal dari pertemuan Mori dan Sugimoto di awal 90-an lalu mereka merilis Dawn in the Valley di bawah File Records. Saat Sugimoto berkunjung ke London ia bertemu dengan Heasley. Mereka kemudian melakukan rekaman di London dan Spanyol, hingga akhirnya masuk ke label Idyllic/Toy’s Factory dan merilis Andulucian Moon.
//


gembi
November 5, 2009 at 11:15 am
waduh, finally ketemu juga tulisan tentang shibuya-kei yang dibuat ama penulis lokal. baca-baca tulisan gw juga yak. yang ini pernah dimasukkin ke amamiya zine. gw tulis ulang di kaskus dengan tambahan-tambahan…
http://kaskus.us/showpost.php?p=41891639&postcount=1223
kalo lo ngaskus juga maen-maen di thread itu ya. ngomongin picopop juga.
gembi
November 5, 2009 at 11:17 am
ow ya, artis kaya natural calamity itu menurut gw ga shibuya-kei sih. itu cuma band half japanese yang terpengaruh shibuya-kei aja. kasusnya kaya deee-lite yang dipersonili ama si towa tei. shibuya-kei kejaadiannya kan cuma di jepang doang. momus juga nulis kalo di luar itu, berarti doi cuma sekedar “influenced”.
crazytainment.com
December 17, 2009 at 2:54 am
I like japan music..
manusiakardus
November 22, 2010 at 2:06 pm
Tinggal masukin Hideki Kaji dan list ini lengkap sudah