RSS

MGMT and Whitest Boy Alive Live in Jakarta

22 Apr

Kehadiran band asal Amerika Serikat ini membuat Bengkel Night Park, Jakarta disesaki sejumlah penikmat musik live pada Sabtu (26/03) malam. Adanya pembatasan usia  18+ tidak membuat konser MGMT yang diadakan untuk pertama kalinya di Indonesia sepi penonton, justru sebaliknya.

Tak hanya MGMT, ada The Whitest Boy Alive, yang sebelumnya pernah ke Indonesia beberapa tahun lalu dan juga penampilan band lokal, Sajama Cut yang baru merilis single mereka secara gratis beberapa waktu lalu membuka Beatfest sekitar pukul19.30.

Frontman Kings of Convenience, Erlend Oye kembali memboyong side-project, The Whitest Boy Alive ke Indonesia. Dalam penampilannya kali ini TWBA tak hanya membawakan materi lama seperti dari albumRules tapi juga memperkenal dua lagu baru di antaranya ‘Bad Conscience’ dan ‘Upside Down’

Dan penampil puncak tentu saja duo psychedelic yang malam itu hadir dengan format band lengkap. Racikan musik Andrew Vanwyngarden dan Ben Goldwasser malam itu membuat ribuan orang yang datang ke acara ini bergoyang, melompat, bernyanyi, lalu terdiam menikmati ambience yang tercipta dari musik khas MGMT.

Meski sound terdengar tidak maksimal, ‘It’s Working’ dan ‘Weekend Wars’ tetap memancing penonton untuk bergoyang dan melompat mengikuti beat danceable dari nomor ini, lalu ikut bernyanyi di nomor ‘Siberian Breaks’ dan ‘Flash Delirium’, kemudian terdiam begitu ambience berbeda terasa saat ‘Someone’s Missing’  atau nomor instrumental seperti ‘Lady Dada’s Nightmare’ dibawakan.

Dari album Oracular Spectacular, MGMT membawakan ‘Of Moons, Birds & Monsters’ dan ‘Future Reflections’  dimana sebelumnya single ‘Electric Feel’ ikut menghangatkan suasana. Masih dari album yang sama, single perdana ‘Time to Pretend’ yang disajikan di separuh penampilan mereka termasuk yang paling disambut meriah. Intro track yang telah diputar di sejumlah serial TV, film dan iklan itu diikuti histeria penonton yang langsung melompat dan bernyanyi sepanjang lagu. Dan ‘Song for Dan Treacy’ kembali mengajak penonton bergoyang.

Klimaks sesungguhnya malam itu yang bertajuk ‘Kids’ hadir menjelang pukul 23.30. Dan di sini, penonton seolah menghabiskan energi yang tersisa dengan terus melompat dan bernyanyi hingga kemudian ‘Congratulation’ mendinginkan suasana sekaligus menutup penampilan mereka. Menjadi antiklimaks begitu mereka memenuhi permintaan encore. Meski begitu salah satu bonus malam itu, ‘Brian Eno’ tetap disambut antusias oleh penonton.

Ditanyai komentar mengenai penampilan MGMT ini, Dinda salah satu penonton berkomentar, “It could’ve been better. Sebagai band dengan musik seperti ini yang lagu-lagunya susah buat dibawain sebagus seperti yang didengar dalam rekaman, mereka seharusnya lebih banyak punya gimmickThere’s just no surprises. Seharusnya emang ditutup sama ‘Kids’ dan dilanjut sama ‘Congratulations’.”

*foto: karlina octaviany

more on: uncluster.com

Advertisement
 

About ikeyuliamartha

some works...
Leave a comment

Posted by on April 22, 2011 in review

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.