RSS

Anti Folk : Kontaminasi Punk Terhadap Musik Folk

27 Aug

Anti folk adalah sub genre yang  muncul pada tahun 1984, pertama kali dikenal luas lewat sebuah club bernama The Fort yang berlokasi di Lower East Side, dan tercatat nama Lanc, seorang penyanyi dan penulis lagu, sebagai pendiri club tersebut.

The Fort dimulai setelah sebelumnya Folk City Club menilai jika folk yang dimainkan telah terkontaminasi olah musik punk. Pembukaan The Fort sendiri saat itu bertepatan dengan New York Folk Festival, dan Lach pun menamai acara pembukaanya dengan New York Antifolk Festival, dan musisi yang ikut meramaikan antara lain adalah Irving Louis Lattin, Billy Syndrome, Ross Owen and his RoarSharks, Zane Campbell, Michael America.

Mungkin ada benarnya asumsi tentang mereka yang ditolak oleh scene mereka sendiri, sehingga menjadi semacam pergerakan dari sekumpulan orang anti-genre. Tetapi adalah salah jika  anti–folk sendiri disebut-sebut sebagai genre yang menentang gaya dan struktur musik folk itu sendiri, tapi lebih tepat-nya adalah pada membentuk pandangan baru mengenai musik folk, karena  anti-folk terbuka untuk memasukan segala bentuk dasar sound yang dianggap tabu pada jalur musik punk dan folk itu sendiri.

Anti-folk sangat sulit untuk didefinisikan, style-nya berubah-ubah dari musisi ke musisi lain, dan mungkin dua hal yang identik adalah punk yang berisi protes dan “ejekan”,  selanjutnya adalah orang yang tak pernah menyerah dan malu bermain musik dengan instrument sederhana.


Beberapa Musisi yang terkenal di New York anti-folk ini antara lain Beck, Ani DiFranco, Jeffrey Lewis, Adam Green, Brenda Kahn, Michelle Shocked, Nellie McKay, Kimya Dawson, dan The Moldy Peaches.


Berikut profil musisi dan band anti-folk yang masuk dalam kategori populer:

Beck Hansen

Bernama lengkap Bek David Campbell, selain menulis lagu dan bernyanyi, Hansen adalah seorang multi-instrumentalist. Musisi yang populer dengan nama Beck ini dikenal dengan gaya bermusiknya yang pop-art, lirik yang ironis, dan aransemen postmodern dengan melibatkan samples, drum machines, live instrument, hingga sound effect. Ia juga disebut-sebut sebagai salah satu musisi paling kreatif dan unik di era 1990-2000-an khususnya dalam scene alternative-rock. Single pertamanya yang mencuri perhatian publik adalah “Loser” (1994). Meski dikenal sebagai musisi indie dan alternative, tapi Beck juga memadukan berbagai genre musik dalam soundnya seperti folk, hip-hop, funk, dan berbagai jenis rock dan blues.

Kimya Dawson


Perempuan 36 tahun ini tidak hanya dikenal sebagai soloist, tapi sebelumnya juga dikenal sebagai personil The Moldy Peaches bersama rekannya Adam Green. Musisi anti-folk asal Amerika ini sangat produktif menghasilkan harmoni suara lewat lagu-lagu yang ia ciptakan dan bawakan. Kimya Dawson memulai solo karirnya ketika The Moldy Peaches mengalami kevakuman di tahun 2004. Saat itu Kimya mulai merilis album lo-fi yang dia produksi di rumah dan setelah itu ia sempat melakukan tur di Amerika Utara dan Eropa.


Adam Green


Pria kelahiran 28 Mei 1981 ini tadinya merupakan mahasiswa di Emerson College, namun ia kemudian memutuskan untuk keluar dan fokus dalam merintis karir sebagai musisi. Bersama Kimya Dawson ia kemudian membentuk grup anti-folk The Moldy Peaches. Namun sejak 2004 grup ini vakum dan Green kemudian bersolo karir. Di antara lagu-lagunya yang dikenal adalah “Jessica” (yang bercerita tentang Jessica Simpson), “Novotel”, “Friends of Mine”, “Dance with Me”, “Carolina” dan “Emily”. Tahun 2008 The Moldy Peaches kembali muncul dengan menyumbang lagu untuk OST film Juno berjudul “Anyone Else But You” yang langsung menjadi hits.

Daniel Dale Johnston


Pria 48 tahun yang kini tinggal di Waller, Texas ini didiagnosa mengidap bipolar disorder, suatu penyakit yang membuatnya mengalami masalah dengan perubahaan mood yang ektrim. Hingga penilaian terhadap karyanya pun beragam, mulai dari yang terburuk hingga yang paling brilian. Cerita tentang dirinya pernah diangkat ke dalam sebuah karya dokumenter berjudul The Devil and Daniel Johnston. Di tahun 2004 ia merilis The Late Great Daniel Johnston: Discovered Covered, di sini sejumlah musisi seperti Jad Fair, Eels, Bright Eyes, Calvin Johnson, Beck, Death Cab for Cutie, Sparklehorse, The Flaming Lips dan Tom Waits membawakan lagu karyanya. Johnston juga seorang seniman yang  menyukai seni mural. Dimana icon grunge, Kurt Cobain pernah menggunakan sebuah T-Shirt bergambar salah satu karyanya.

Joey Only


Adalah musisi anti-folk dari Canada, banyak mengangkat tema politik, atau tema kontroversial yang berhubungan dengan lingkungannya, dengan background musik punk-rock Joey terinfluence oleh Lead Belly, Woody Guthrie, dan Johnny Cash.
Kate Nash


Sorang penyanyi sekaligus penulis lagu asal Inggris, Nash sering disamakan dengan penyanyi senegaranya Lily Allen. Lahir pada 6 Juli 1987 dengan nama lengkap Kate Marie Nash. Single-nya “Foundation” pernah menduduki posisi ke-2 di UK chart tahun 2007. Lirik lagu Kate Nash banyak mengangkat tema-tema menarik seputar perempuan termasuk politik. Pada 1 April 2009 Nash bergabung dalam  protests against the G20 summit di Kota London.


Milk Kan


Milk Kan adalah duo anti-folk populer yang berasal dari Inggris tepatnya di London Selatan, yang banyak mengangkat tema tentang kehidupan urban. Sampai saat ini band ini telah merilis dua album diantaranya He Acoustic “Bling!” (2003) dan Wat U See Ain’t Wat U Get (Desember 2005).


The Missing Leech


Band ini berasal dari Barcelona, Spanyol, yang sejak awal dibentuk mereka sering mempromosikan single mereka lewat jejaringan sosial, hingga mereka berhasil melakukan tur ke Inggris untuk pertama kalinya. The Missing Leech banyak memasukan unsur punk pada materi folknya.

Regina Spektor

Penyanyi asal Rusia ini sering muncul di berbagai acara seperti acara anti-folk di New York City, Sidewalk Cafe di East Village, dan sebagainya. Selama penampilannya itu, ia juga menjual CD yang ia produksi sendiri yang berjudul 11:11 (2001) dan Songs (2002). Dari lagu yang ia tulis, terlihat sekali pengaruh folk, punk, rock, hip hop, jazz, dan klasik. Gaya bermusik dan penampilannya juga sering dibanding-bandingkan dengan Tori Amos dan Fiona Apple, sementara vokalnya disamakan dengan Bjork. Bagi Spektor, yang penting adalah bangaimana ia membuat lagu dan musik dengan gayanya sendiri, serta tidak terlalu memusingkan penampilannya.


Adam Brodsky


Musisi anti-folk asal Philadelphia ini juga dikenal dengan sebutan The Dork atau Dorkboy. Orang mengenalnya lewat lirik yang didominasi oleh tema agama (terutama Yahudi), bunuh diri, celaan terhadap diri sendiri dan penolakan. Tak tanggung-tanggung,  karya-karya yang telah ia hasilkan ini membawanya pada gelar “Best Folk Performer” dari Philadelphia City Paper Music Award di tahun 2000. Ia juga baru saja masuk dalam catatan rekor dunia atas tur tercepat sebagai seorang soloist, dimana ia melakukan 50 show di 50 negara dalam 50 hari.


Antsy Pants


Digawangi juga oleh soloist Kimya Dawson pada posisi lead vokal, Antsy Pants merupakan band Perancis yang salah satunya dikenal berkat kontribusi mereka di soundtrack film Juno. Band anti-folk yang merilis debut mereka di tahun 2006 ini juga dikenal dengan peran mereka dalam pergerakan musikal bernama “skankoustic” yang dipelopori oleh Nine Brothel Heist.

Andrew Jackson Jihad


Meski dikenal sebagai grup rock asal Amerika, Andrew Jackson Jihad juga tak jarang dikategorikan sebagai band indie rock, anti-folk, hingga Americana. Dibentuk awalnya oleh Justin James White, Sean Bonnette dan Ben Gallaty. Tapi kemudian band ini kemudian hanya menyisakan Sean dan Ben saja. Cukup banyak musisi yang kemudian berkontribusi di band ini seperti John de la Cruz dan Owen Evans. Lagu-lagu mereka kebanyakan bernuansa politik, kekerasan terhadap anak, dan agama.


The Bowmans


Duo ini terdiri dari si kembar Sarah dan Claire Bowman. Mereka berdua memiliki porsi yang sama dari segi vokal namun memegang instrument yang berbeda. Sarah memainkan cello dan gitar, sementara Claire memainkan biola. Mereka berdua biasanya membawakan lagu milik band rock asal Brooklyn, Lowry, dan bahkan muncul dalam album mereka, Awful Joy. Dan baru-baru ini The Bormans juga ikut tur bersama Rasputina dimana mereka menjadi backing vocal dalam album terbaru trio cello-rock itu yang berjudul, Oh Perilous World.


CocoRosie


Meski mereka adalah dua kakak adik yang berasal dari Amerika, tapi CocoRosie tinggal di Perancis. Digawangi oleh Bianca Leilani “Coco” (vokal, perkusi) dan sang adik Sierra Rose “Rosie” Casady (gitar, piano, harpa, backing vokal), duo ini dibentuk pada tahun 2003. Walaupun kemunculannya terhitung baru, namun sosok mereka sudah cukup lama dikenal berkat kontribusinya untuk musisi lain. Di tahun 2008 mereka kembali dengan single “God Has a Voice, She Speaks Through Me”. Mereka juga disebut-sebut sebagai salah satu artis paling berpengaruh dalam satu dekade terakhir oleh “Betterpropaganda”.


The Red Army

Terdiri dari Philip Burley, Floren MacDonald dan Stephen Burley yang terinspirasi oleh The Flares, Adam Green dan  The Smiths. The Red Army memadukan anti-folk dan indie-pop pada komposisi musik mereka. Hingga saat ini mereka telah merilis satu album yang berjudul One Way Ticket (2005) dan dua album kompilasi, Money Grabbing Scum-The Sound Of Young Cornwall dan Northern Lights-The Sound Of Young Cornwallmelalui Zebs Records.

Rachel Trachtenburg


Mempunyai nama lengkap Rachel Piña Trachtenburg dilahirkan di Seattle, Washington pada 10 Desember 1993, selain musisi, gadis berusia 15 tahun ini adalah seorang politisi, artis dan aktivis. Sebelum merilis album solo Rachel tergabung dalam Trachtenburg Family Slideshow Players, sebuah band yang telah merilis 2 buah album, Vintage Slide Collections From Seattle, Vol. 1 (2001) dan Adventures in Middle America, Vol 2 (2005). Rachel merilis album solonya pada tahun 2009 berjudul Homemade World.


Soft Black


Beranggotakan Vincent Cacchione (vokal & gitar), Michael Stefanov (drum), Brian Amsterdam (gitar), Matthew Molnar (bass), Soft Black mengangkat folk yang mereka kombain dengan garage (terinfulence oleh Nirvana, The Occult). Sampai saat ini Soft Black telah merilis tiga album di antaranya Ramblin’ Down a Dead End Street, Blue Gold , dan The Earth Is Black.


Vetiver


Di tahun 2009 lewat albumnya Tight Knit, Vetiver menjadi salah satu band andalan label legendaris Amerika, Sub Pop, setelah sebelumnya mereka tergabung bersama Fat Cat Record. Materi folk mereka memiliki sounds khas indie-pop tipikal Sufjan Steven. Sebelumnya  Vetiver telah merilis 3 album diantaranya Vetiver (DiCristina, 2004), To Find Me Gone (DiCristina, FatCat Records, 2006), Thing of the Past (Gnomonsong / FatCat, 2008).

Calvin Johnson


Kelahiran tahun 1962 ini bukan hanya seorang penyanyi tapi juga produser musik dan Disc Jockey (DJ). Masyarakat Amerika lebih mengenalnya lewat suaranya yang unik, dalam dan terdengar berdengung. Selama perjalanan karirnya ia telah membentuk beberapa band seperti, Cool Rays, Beat Happening, The Go team, Duc Narcotic Sound System, dan The Halo Benders. Ia juga merupakan pendiri label K Records, dan menjadi salah satu sosok penting dalam pergerakan musik indie modern.


Devendra Banhart


Musisi keturunan Amerika-Venezuela ini pernah mengecap pendidikan di San Fransisco Art Institute tahun 1998 tapi kemudian keluar karena harus menjalani sejumlah show  di Eropa, San Fransisco, dan Los Angeles. Ia juga dikenal lewat genre bernama New Weird America dan musiknya disebut-sebut sebagai “free associative work”. Banyak yang menggolongkan style bermusiknya sebagai psych-folk, avant-folk, freak-folk, lo-fi, namun ia sendiri memiliki istilah untuk musiknya, Naturalismo.


Duffus Elastic No-No Band


Band asal Brooklyn, New York ini terdiri dari Justin Remer, Herb Scher, Preston Spurlock, Doug Johnson, dan John Mulcahy. Dalam bermusik mereka mengaku dipengaruhi sejumlah nama seperti Johnny Cash, Leonard Cohen, Elvis Costello, Robyn Hitchcock, Nick Lowe, The Moldy Peaches, Willie Nelson, dan Randy Newman. Baru-baru ini mereka merilis sebuah CD berjudul Manboobs dengan 6 track baru di dalamnya yang akan dimasukkan dalam album berikutnya, Fustercluck


Herman Düne


Duo asal Perancis ini dibentuk tahun 1999. Tadinya mereka adalah trio yang terdiri dari David-Ivar Herman Düne (gitar dan vokal), Néman Herman Düne (drum dan backing vokal) dan André Herman Düne. Namun di tahun 2006 Andre memutuskan keluar, dan kemudian duo ini lebih sering membantu dan menjadi pendukung performance musisi lain seperti Turner Cody, Julie Doiron, Leah Hayes, Laura Hoch dan Wave Pictures. Sementara beberapa nama seperti Leiber & Stoller, Chuck Berry, Leonard Cohen, Bob Dylan dan Carole King mereka sebut sebagai influence mereka dalam bermusik.


Jana Hunter


Artis kelahiran Texas ini berdomisili di Baltimore. Di bawah naungan Gnomonsong, sebuah label yang dikelola Devendra Banhart, ia merilis debutnya berjudul Blank Unstaring Heirs of Doom. Sebelumnya ia tercatat pernah menjadi anggota band Jracula, Castanets, Matty & Mossy, Ejaculette, Unitus, dan Krazy Nerds, serta sempat bermain dan rekaman dengan Indian Jewelry, Matteah Baim, Metallic Falcons, Phosphorescent, dan Cocorosie. Ia kemudian kembali membentuk band bernama Matty & Mossy bersama Heath Flagtvedt, Matt Frey dan John Hunter. Album mereka yang berjudul Fraimers Haimey sempat menempati posisi pertama di chart radio.


Jamie Seerman


Lebih dikenal dengan nama Jaymay. Perempuan kelahiran tahun 1981 ini mengaku mendapat pengaruh cukup besar dari Bob Dylan. BBC pernah menjulukinya sebagai “darling of the New York ‘Anti-Folk’ scene”, sementara New York Times menyebutnya “big name…for the indie universe”. Di tahun 2007 musisi Amerika ini pindah ke London setelah menandatangani kontrak dengan Heavenly Records, dan merilis debut berjudul Autumn Fallin pada Maret 2008.


Jenn Lindsay

Kelahiran Amarillo, Texas ini dikenal dengan musiknya yang merupakan perpaduan dari element musik folk, indie rock hingga protest song. Pemilik tujuh album ini juga mendirikan sebuah label bernama No Evil Star Records. Musimnya ditujukan untuk para pengangguran dan para pemberani. Lulusan Stanford University ini dikenal sebagai sosok yang cukup berperan di scene anti-folk New York. Kini ia tengah sibuk menyelesaikan album kedelapannya, A For Effort.

Emmy The Great


Pemilik nama lengkap Emma-Lee Moss ini berasal dari London. Emmy memulai karirnya sejak 2005, tepatnya di usia 21 tahun. Selama perjalanan karir musiknya ini ia telah sepanggung dengan sejumlah musisi seperti Tilly and the Wall, Martha Wainwright, Jamie T dan berkolaborasi dengan Lightspeed Champion dan Fatboy Slim. Debut albumnya yang berjudul First Love baru dirilis Februari 2009 kemarin dengan lagu “First Love” yang dirilis gratis dalam bentuk digital download. Selain sebagai musisi, ia juga dikenal sebagai penulis, dimana Emmy telah berkontribusi untuk beberapa majalah musik, seperti The Stool Pigeon dan Drowned in Sound, namun Emmy menegaskan bahwa dirinya tidak berniat untuk menjadi jurnalis musik.

[eka/martha]

more on: uncluster.com

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on August 27, 2009 in article

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: